Balita Sayang…

Kau cahaya mata dan hatiku,  Pelipur kala resah jiwa ku,  Tak lengkap ku tanpamu,  Dirimu anugerah Tuhan terindah untukku,  Dengan segenap jiwa ragaku,  Ku kan menjaga mu,  Tiada ku berharap balas, Ku berharap yang terbaik untukmu

Penantianmu semangat hidupku, Keceriaanmu gairah hidupku, Canda tawamu cahaya hidupku, Kebahagiaanmu nyawa dalam hidupku, Tingkah lakumu busana hidupku, Suaramu, bicaramu nyanyian merduku, Jerit tangismu lolong srigala yg menakutkanku

Aku relakan aku korbankan segalanya, Demi bunga-bunga dalam taman hidupku,  Batu tajam dan karang yang menghadang bukan apa-apa lagi bagiku. Cintaku padamu adalah seperti cintaku pada diriku sendiri.

Bunda Sayang…

Suratan-mu Tuhan, Atas takdir seorang bunda, Yang memiliki kandungan ku tuk sembilan bulan, Yang melahirkan dengan derita, Nyawanya ia pertaruhkan, Untuk ku yang lemah tidak berdaya

Maaf bunda, Bila cuma tangis yang bisa kuberikan untukmu, Saat pertama kali, kau perlihatkan dunia. Maaf bunda, Bila kau mesti terbangun di kegelapan malam, Dikarenakan merengek kehausan

Maafkan bunda, ku cuma dapat mengadu serta meminta, Serta kau senantiasa berikan tanpa menginginkan imbalan jasa

Tuhan, Dosakah diriku ini, Yang senantiasa merepotkan bunda, Wanita bijaksana yang membesarkanku, Mengajariku perihal makna kehidupan, Serta bunda yang selalu menjagaku tanpa lelah, Serta takkan dulu menyerah