Menentukan apa yang mau dimakan menunjukkan kemandirian anak. Namun peningkatan kemandirian anak  perlu disikapi dengan tepat dan bijak. Misalnya ketika dia berkata, “Bunda, aku mau Sate Udang lagi!” Anda menjawab, “Yuk kita lihat di kulkas, apakah kita masih punya udang.” Anak yakin bahwa ia berperan penting dalam mengendalikan perilaku orang. Pemikiran ini baik terutama  bila dalam rangka pengembangan kemandirian dan sikap asertif serta membangun rasa percaya diri anak.

Tapi hati-hati, Anda juga bisa mengondisikan anak menjadi pemilih makanan (picky eater) bila setiap saat Anda menuruti keinginan anak makan makanan yang itu-itu saja.

Tahu variasi makanan. Dalam menentukan sendiri makanannya, mungkin Anda tak selalu dapat memenuhinya, karena menu makan di rumah Anda berbeda setiap hari. Tak apa, anak juga harus tahu variasi makanan dan Anda ingin balita makan dengan tepat.  Anda harus pintar menyiasati sambil terus mengembangkan kemandirian anak dalam memilih makanannya.



  1. Siapkan beberapa makanan yang bisa anak pilih. Misalnya mi goreng yang dilengkapi sayur dan protein,  beberapa lauk lain dan olahan sayur lain. Saat anak memilih mi goreng, Anda sudah memberikan kelengkapan gizi karena terdiri dari karbohidrat, lemak, serat dari sayur dan protein dari telur atau bakso ikan.
  2. Boleh pilih, asal bertanggung jawab pada pilihannya. Minta anak mencicipi lebih dahulu makanan pilihannya. Bila dia setuju, berikan dalam porsi kecil dan dorong dia bertanggung jawab pada pilihannya. Bila dia masih ingin, bisa ditambah.
  3. Minta anak menentukan menu. Pengetahuan anak tentang masakan memang masih terbatas, tapi pengetahuan dasarnya tentang jenis sayur, boleh Anda acungi jempol! Di usianya kini anak kenal buncis, brokoli, wortel dan bayam. Bila anak pesan menu yang ada wortelnya, Anda harus siap dengan resep olahan wortel yang berbeda dari hari kemarin. Misalnya saja  Orak Arik Wortel.
  4. Variasi bahan dasar dari laut dan gunung. Jelaskan asal usul bahan makanan untuk menghindari anak memilih makanan yang itu-itu saja. Ada yang dari laut, yaitu ikan, udang dan cumi. Berasal dari gunung yaitu sayuran, hewan ternak seperti unggas, kambing dan sapi, dan buah-buahan. Semua bahan ini dibutuhkan anak untuk ia tumbuh tinggi dan kuat.
  5. Gali resep masakan berbagai suku dan bangsa. Pilih resep masakan dari berbagai suku dan bangsa lain yang tidak pedas. Variasi rasa membuat si kecil memiliki bermacam pilihan makanan, sehingga cita rasanya semakin kaya dan berkembang.
  6. Ceritakan sejarah makanan. Anak sangat suka dongeng. Manfaatkan dongeng untuk mendorong anak mau memilih makanan sehat. Misalnya, “Ini fettuchini, berasal dari Italia terbuat dari tepung dan telur. Kita masak dengan susu, keju, ada daging asap dan brokoli. Pasti enak.” Atau saat anak memilih mi, ceritakan asal-usul mi.
  7. Contoh nyata. Perilaku Anda mempengaruhi perilaku anak. Ketika Anda menyantap hidangan yang tersedia di atas meja dengan gembira, anak meniru Anda. Pilihan makanan Anda pun ditirunya. Tak aneh bila anak-anak menginginkan makanan di piring bunda. Gunakan kesempatan ini untuk menyantap sayur dan buah, agar anak juga melakukannya.
  8. Ikut proses memasak sangat menyenangkan bagi anak. Boleh memegang bahan masakan dan terlibat dalam mencuci dan memotong sayur meningkatkan harga diri anak. Berikan peralatan memasak yang tidak berbahaya, misalnya gunting untuk menggunting sayur.

Sumber: http://www.ayahbunda.co.id