Pendidikan bagi anak usia dini adalah menggali pengalaman-pengalaman langsung yang dialami anak melalui pengoptimalan panca inderanya. Anak dapat belajar melalui apa yang dilihat, didengar dan dirasakan, lalu mereka meraba, mempelajari serta membuat kesimpulan akhir tentang pengamatan mereka masing-masing. Pembelajaran pada anak usia dini hendaknya melalui interaksi dengan objek-objek nyata dan pengalaman konkret dengan menggunakan berbagai media dan sumber belajar agar apa yang dipelajari anak menjadi lebih bermakna.

Nusantara of Reseacrh (Anik Lestaningrum; Intan P.W.) 13 Bahasa merupakan salah satu aspek yang harus dikembangkan dalam pendidikan anak usia dini, diarahkan agar anak mampu menggunakan dan mengekspresikan pemikirannya dengan menggunakan kata-kata yang tepat. Pengembangan bahasa pada anak usia dini lebih menekankan pada urutan mendengar, berbicara kemudian baru ke tahapan membaca dan menulis.

Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Melalui Media Panggung Boneka Tangan

Photo Credits: aliexpress.com

Bahasa sebagai suatu bentuk komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Bahasa kita perlukan untuk berbicara dengan orang lain, mendengarkan orang lain, membaca, dan menulis. Bahasa menjadikan seseorang mampu mendeskripsikan peristiwa di masa lalu dan merencanakan masa depan. Dengan bahasa pula seseorang dapat mewariskan informasi dari satu generasi ke generasi berikutnya dan menciptakan suatu warisan budaya yang kaya Santrock, (2007).



Menurut Vygotsky (dalam Aisyah, 2007), bahasa adalah sentral yang penting dalam proses belajar. Ia berpandangan perkembangan bahasa berhubungan langsung dengan perkembangan kognitif. Bahasa diperlukan individu untuk mengelola pikiran mereka. Menurutnya kita melambangkan dan menggambarkan dunia kita melalui bahasa, sehingga bahasa adalah sistem simbolik dengan apa kita berkomunikasi, atau dengan kata lain bahasa adalah alat budaya.

Penggunaan media dalam pembelajaran dapat membantu anak dalam memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa. Penggunaan media dalam pembelajaran dapat mempermudah siswa dalam memahami sesuatu yang abstrak menjadi lebih konkret. Media panggung boneka tangan adalah salah satu media dari sekian banyak media pembelajaran yang dapat dipih oleh seorang pendidik/guru sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

Alasan peneliti memilih media boneka tangan dan media gambar ini adalah, media ini sesuai dengan karakteristik anak usia dini dimana anak dalam tahapan pra operasional konkrit ,(Piaget tentang teori kognisi jadi anak memerlukan perantara yaitu media untuk memudahkan memahami pesan atau materi yang disampaikan oleh pendidik/guru diterima atau dimengerti oleh anak. Karena pada tahap ini kemampuan anak berfikir masih terbatas pada hal yang bersifat nyata atau konkret dan belum memahami hal yang bersifat abstrak.

Boneka tangan yang digunakan dapat mewakili benda-benda yang bagi anak sulit dijangkau menjadi sesuatu yang nyata melalui model tiruan. Bentuk-bentuk boneka tangan dapat berupa tiruan berbagai macam binatang, manusia yang berperan ayah, ibu, anak, profesi pekerjaan dll. Sehingga melalui model boneka tangan inilah dapat mencapai tujuan pembelajaran yaitu mampu mengembangkan kemampuan berbahasa anak secara optimal.

Boneka tangan mempunyai pengaruh positif dan efektif yaitu; meningkatkan kemampuan anak dalam berbagai aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca juga menulisnya.

Dimana semua aspek itu secara umum merupakan keseluruhan kemampuan bahasa anak yang memerlukan proses yang memerlukan motivasi dan stimulasi agar anak optimal dalam pencapaian tingkatan perkembangan bahasanya.

Sekolah hendaknya memprogramkan kegiatan panggung boneka tangan dengan mengadakan jadwal untuk gurunya bergantian menggunakan. Apabila sarana panggung boneka tangan masih kurang pihak sekolah memprogram untuk menambah jumlah boneka tangan agar lebih bervariasi.

Referensi : Anik Lestariningrum; Intan P.W, Universitas Nusantara PGRI Kediri