Bermain di luar akan membuat balita aktif bergerak sehingga lebih bugar dan sehat. Ikutlah Ayah dan Bunda bermain sehingga anak lebih gembira.  Siapkan Pakaian. Pilihlah celana pendek atau panjang dengan kaos nyaman, yang tidak masalah jika terkena getah, lumpur, pasir, atau air. Jika Anda bermain cukup jauh dari rumah, bawah baju dan celana ganti. Untuk alas kaki, pilih sepatu olahraga atau sepatu sandal, yang nyaman dan leluasa digunakan untuk berlari.

Hal yang tak kalah penting saat bermain di luar  adalah Anda ikut  bermain bersama mereka, siap kotor-kotoran, berteriak, dan berkeringat dengan  permainan berikut ini:



  • Lintas halang rintang dengan benda yang ada, misalnya, batu, sekumpulan daun, dan ranting yang disusun secara berkelok-kelok. Permainan bisa  dimulai, misalnya,  dari pohon tanjung dan berkahir di bawah pohon cemara. Selama melintas, cobalah bermain games aneka langkah. Minta anak untuk mengikuti intruksi berjalan mengendap, berjalan perlahan, dan lari.  Di tengah permainan, Anda bisa menggodanya dengan mengatakan, “Berjalan ce…” dan ternyata Anda mengatakan “Berjalan mengendap…” Sementara saat itu anak mungkin sudah bersiap hendak lari.
  • Mengikuti bos adalah permainan di mana anak atau Anda harus melakukan apa yang dilakukan oleh bos. Di awal permainan Anda bisa menjadi bos lebih dulu dan minta anak mengikuti apapun yang Anda lakukan. Coba lakukan beragam aktivitas seperti melompati akar, membungkuk dan mengambil daun,  berlari sambil berkacak pinggang, berjalan zig-zag, berjalan jinjit dengan sebelah tangan melakukan hormat, atau  berjalan mundur. Beri si kecil giliran untuk menjadi bos dan Anda mengikutinya.
  • Layang-layang bisa diterbangkan bersama dengan Anda. Bisa juga dipilih layangan kecil yang bisa diterbangkan oleh anak sambil berlari-lari dan tak perlu menarik ulur. Namun pastikan, benang maupun tempat benang tidak mudah melukai tangan anak.
  • Engklek adalah permainan tradisional yang memang cocok dimainkan di luar ruangan. Anda bisa membuat ‘ruang-ruang’ engklek dengan menggunakan ranting pohon. Untuk keping yang akan dilempar bisa menggunakan potongan dahan kecil atau jika beruntung Anda bisa menemukan pecahan genting.
  • Gowes adalah istilah untuk aktivitas bersepeda yang belakangan ini sedang trend. Bawalah sepeda anak, entah yang roda tiga atau empat.  Sambil bersepeda beri anak pelajaran tentang berlalu-lintas. Jelaskan padanya bahwa saat bersepeda ia harus berada di sebelah kiri. Ia juga harus berhenti ketika ada orang yang hendak menyeberang.
  • Pasang panca indra dengan mengajak anak untuk menyentuh apa yang ditemuinya agar ia tahu permukaan batu yang kasar, kulit batang pohon yang kasar dan lembut,  dan dedaunan kering yang rapuh. Minta anak, misalnya,  menjelaskan perbedaan bau kompos, bunga mawar, daun pepaya, dan apa saja yang dilihat,  yang mendatangkan aroma.
  • Menebak suara dimainkan dengan cara meminta anak mendengarkan suara-suara yang didengar seperti  kicau burung, klakson mobil atau motor,  desir angin yang menggesek dedaunan, dan beda suara kaki yang bersepatu dan bersandal. Setelah itu, tanya padanya tentang suara tertentu.
  • Kain bergerak adalah permainan dengan menggunakan bahan parasut atau taplak meja yang berukuran cukup besar. Minta setiap anggota keluarga memegang tiap ujungnya. Goyang-goyang kain itu agar membentuk ombak atau lingkaran. Bisa juga Anda menempatkan bola plastik di atasnya dan menggoyang-goyangkannya.

Sumber : ayahbunda.co.id